Sunday, 1 February 2015

Apa Pengertian Yatim?




Apa Pengertian Yatim ?

Ada masalah mendesak yang membutuhkan penjelasan dari pengasuh rubrik bahtsul masail. Yaitu tentang pengertian anak yatim. Sebab, dalam pengurus panti asuhan anak yatim di tempat kami telah terjadi pro dan kontra tentang pengertian tersebut.
Sebagian pengurus tidak setuju jika dana diberikan kepada anak yatim di SMU, kecuali hanya untuk anak yatim SD dan SMP. Karena yang di SMU dianggap bukan yatim lagi. Terlebih ada rasa takut berdosa jika keliru dalam menggunakannya.
Adapun sebagian yang lain meminta dalil dari hadist atau kitab apa yang menerangkan batas umur anak yatim sampai dengan empat belas tahun itu. Kelompok ini bermaksud ingin membekali ilmu bagi anak yatim, sehingga menjadi dewasa dalam umur juga dalam berfikir dan berusaha.  Untuk itu kami mohon bantuan penjelasan serta dalil-dalilnya.

Jawaban:
Yang dimaksudkan dengan anak yatim ialah anak yang ditinggal mati ayahnya. Batasan dari anak yatim tersebut sampai dia baligh.
Dalam al Quran surat al An'am 152 antara lain dinyatakan:
“Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat, hingga sampai ia dewasa.”

Menurut tafsir Jalaluddin, yang dimaksud dengan hatta yablugho ashuddahu adalah sampai dia baligh (dapat mengeluarkan air mani, atau kalau wanita sudah mengalami menstruasi).

(Karena itu berkenaan dengan persoalan Anda, kami menyarankan agar istilah pengurus anak yatim diperluas menjadi umpamanya- pengurus anak yatim dan dhu'afa. Red)

Fathul Aziz / patria_computer wong balam raya
Cuplikan Bahtsul Masaail Nu ( Nahdhatul Ulama )
“PONDOK PESANTREN SALAFIYAH SYAFI’IYAH NURUL HUDA”

Friday, 30 January 2015

RAHASIA SUKSES



RAHASIA SUKSES
Oleh K.H. Abdullah Gymnastiar
------
Saudaraku rahasia kesuksesan dengan 7B kalau dipakai Insya Allah sukses  diri akan pula berperan menyukseskan orang lain, manfaat dunia, manfaat  akherat Kalau tahapan ini dilakukan dengan baik Insya Allah kita akan  bangkit ! lingkungan bangkit ! Indonesia akan bangkit !

1. Beribadah dengan benar.


Jika hidup tanpa ibadah yang benar ibarat hidup tanpa pondasi, bangunan 
tanpa pondasi akan roboh Dengan beribadah dengan benar Insya Allah  akan membuat kita semakin tawadhu dan kokoh kepada Allah

2. Berakhlak Baik.


Ibadah bagus siang malam, tapi selesai sholat mulut kotor, tidak jujur, 
apalah artinya ibadah ,kalau tidak dibarengi akhlak baik.

3. Belajar tiada henti.


Akhlak sudah baik,ibadah bagus tapi itu tidak cukup karena masalah akan 
bertambah, potensi konflik bertambah,kebutuhan semua bertambah,  bagaimana mungkin menyikapi segala yang makin ruwet dengan ilmu yang  tidak bertambah Ciri sukses adalah orang-orang yang cinta ilmu dengan  belajar.

4. Bekerja keras dengan cerdas dan ikhlas.


Yang harus standar ada pada diri kita adalah bekerja optimal dengan 
pemikiran yang cerdas karena ada yang kerja keras tetapi akal tidak  digunakan akibatnya cuma jadi pekerja keras saja

5. Bersahaja dalam hidup.


Ada orang yang bekerja keras tetapi sia-sia, karena ditipu oleh 
keborosan, bermegah-megah, diperdaya,dikutuk oleh orang lain ,dan  menjadi kedengkian. kenapa? Karena tidak bersahaja , padahal akibat  gemar bersahaja maka kemampuan keuangan kita lebih tinggi diatas kebutuhan sehingga bisa menyimpan uang,bersadaqoh, dan berinvestasi ,
budaya masyarakat kita diharapkan bukan budaya punya barang, tapi  budaya berinvestasi akibatnya selalu punya nilai tambah

6. Bantu sesama


Alat ukur sukses kita setelah bersahaja adalah punya kelebihan untuk
memajukan sanak saudara anak paman, tetangga kiri, tetangga kanan, depan belakang, anak pembantu. Kesuksesan kita mulai diukur dengan kemampuan membantu orang lain ,membuat lapangan kerja sebanyak mungkin, kita harus terus berbuat dengan kerja keras membantu banyak
orang ,sehingga orang lain lebih maju lagi dengan mepunyai tata nilai  yang sama, ibadah yang bagus, akhlak yang bagus, terus berusaha untuk belajar menambah ilmu, bekerja keras Dengan saling tolong-menolong Insya Allah akan terjadi sinergi ,agar bergeraknya bangsa ini seimbang tidak hanya satu dua orang, karena alat ukur kesuksesannya sama, pola  sama, kita mengharapkan kebangkitan ,kalau ada mahasiswa yang pintar lihat juga tetangganya terbawa pintar atau tidak ? kalau ada dosen brilian jangan lihat dosennya tapi lihatlah keluarganya, lihat tetangganya, lihat sanak saudaranya, kalau hanya dia sendiri yang maju
belum begitu sukses, kalau ada pengusaha kaya brilian punya perusahaan  raksasa ,lihat kiri kanannya,lihat kesejahteraan kawannya .Kalau dia yang sukses sendirian berarti belum sukses. Alat ukur sukses bukan dengan melejit sendiri , tapi bagaimana kita mengangkat dan membantu yang lain.

7. Bersihkan hati selalu.


Mengapa ? Allah tidak menerima amal, kecuali ikhlas,jangan merasa
ujub ,dengan tidak merasa berjasa,dengan tidak merasa paling bisa, dengan tidak merasa paling mulia, tetapi semuanya karena Allah, Alhamdullilah. Semua ini adalah karunia Allah kita harus merasa
beruntung karena dijadikan jalan ; jalan rezeki bagi tetangga,jalan ilmu bagi mahasiswa, jalan kesuksesan bagi semuanya ,Allah-lah Yang Memberi.

Inilah orang yang akan sukses , karena dia tidak menjadi sombong,apalah 
artinya kita mendapatkan banyak hal kalau kita tidak mendapat ridlo  dari Allah karena kesombongan kita. Dengan beribadah dengan benar,  membuat kita semakin tawadhu ,kokoh mengabdi kepada Allah, hati  tentram, kehidupan akan seimbang. 

Wallahu’alam. 

(Fathul Aziz ) di kutip dari : manajemenqolbu.com